Ini cerita tentang anthurium gelombang cinta yang sudah beranjak menjadi 9 daun. Dulu dia kupinang saat 7 daun. Dilepas relakan oleh orang tuanya dengan tatapan kesedihan yang memuncak.
Kini dia sudah berubah cantik dengan 9 daun. Tapi sayang daun ke-8 rusak diterpa matahari sore Batam yang sangat terik. Entah kenapa matahari itu teriknya hanya saat mendekati ashar dan melumat anthuriumku dengan sengatnya. Daun ke-8 itupun rusak dengan putih pucat sebagai aksennya.
Ditulis saat December 13, 2007 dalam ketegory
,
,
,
,
Anthurium,
Gelombang Cinta,
Hookeri,
Jenmanii,
Kampung,
Tanaman,
Tanaman Hias oleh Eko Prasetyo
Beberapa minggu terakhir ini, saya mempunyai kehidupan baru yaitu BERKEBUN. Sebenarnya ini bukan hobi baru karena sebelumnya saya suka dengan adenium si mawar gurun sampai-sampai di teras rumah dipenuhi oleh pot adenium. Padahal awalnya dulu hanya dari 1 batang adenium dengan diameter 1cm dan panjang 25cm yang kubawa dari rumah.
Perbanyakan adenium menggunakan teknik stek dan murni dari 1 indukan. Perbanyakan pun kalo mood lagi enak. Atau kalau ingat saat ke pasar untuk beli beberapa pot sebagai tempat perbanyakan.
(more…)
Menulis mudah
Menulis itu mudah, seperti ini misalnya..mengalir begitu saja, nulis apa aja. Entah itu berhubungan ...