Betapa nikmat dan enaknya jika hari libur kita manfaatkan untuk refreshing atau jalan jalan, sekalian menghilangkan penat setelah beberapa hari bekerja. Seperti hari ini kami sekeluarga berkunjung ke Pantai Ujung yang ada di Pulang Galang.
Lokasinya pun lumayan cukup jauh, paling tidak memakan waktu 25 menit lagi dari Pantai Melur, seperti Pantai pantai lainnya yang ada di Batam Pantai Ujung ini banyak dikunjungi apalagi ketika weekend pasti penuh, seperti hari ini 

Ditulis saat June 28, 2010 dalam ketegory
Batam,
Blog,
D60,
Photo,
nelayan,
nelayan batam,
nikon,
perahu kayu,
photo nelayan,
photoblog,
pompong oleh Geblek
Menjemput Harapan, begitulah photo ini saya namakan. Judul yang sedikit ngasal mungkin. Namun harapan dari cerita photo diatas tentang sebuah harapan sibapak yang akan pergi melaut. Dengan sejuta harapan mungkin lebih ia akan mengaruhi lautan yang ndak tau dimana ujungnya itu. Dengan menggunakan perahu kayu atau bisa juga disebut pompong. Bapak itu sendirian akan mengambiskan [...]
Ehmm hari ini ketika jalan jalan di Panasera Muka Kuning, mata ini tertuju pada benda yang berada di sudut rak kue, setelah diperhatikan weleh weleh kok namanya LINUX 


Silahkan Download disini
Related PostsRia Siap KampanyePemkot Batam Pelajari Kependudukan di BalikpapanTarget Kunjungan 1,2 Juta WismanAbsen, Pegawai Turun Jabatan
Ditulis saat May 13, 2010 dalam ketegory
Batam,
anak,
paspor oleh Eko Prasetyo
Membuat paspor merupakan pengalaman tersendiri apalagi dilakukan sendiri tanpa melalui perantara calo atau disebut juga agen jasa pengurusan paspor yang marak terdapat di kantor imigrasi ataupun iklan di media massa. Kali ini saya ingin membagi pengalaman membuatkan paspor anak saya yang pertama guna meluluskan keinginannya untuk melihat negeri sebelah yaitu Singapura.
Senin, jam pun belum menunjukkan [...]
Bertahun tahun saya nyasar dibatam, baru hari ini saya bisa menikmati pemandangan salah satu bagian sudut pulau batam ini. Dam duri angkang begitu orang orang meyebutnya. Dengan ditemani sepeda motor tunggangan saya, jalan yang berbelok belok dan gak ada mulusnya blas, saya menuju dam duri angkang tsersebut hari ini.
Setelah masuk ke hutan beberapa kilo meter, [...]
Sambil di temani lagu lagu Padi dan Naff dalam perjalanan, hari ini saya sekeluarga mengisi weekend dengan berenang di pantai
saya lebih memilih berenang di Pantai dari pada berenang di kolam renang masalahnya selain bisa berenang kita juga bisa lebih relaks melihat lautan lepas.
Dulu ketika di daerah kelahiran ingin berenang di laut itu sangat susah karena kota tempat kelahiran saya ada di tengah tengah pulau, jadi untuk kelaut saja memakan waktu 1 malam 
Lain dulu lain sekarang, selama saya tinggal di Batam laut lah yang menjadi primadona untuk acara weekend seperti hari ini, walaupun terkadang panasnya menyengat tapi rasa panas tersebut segera sirna setelah kita menikmati indahnya laut.
Setelah lelah berenang dan puas menikmati keindahan laut dan pasir putih ada baiknya pulang jangan dengan tangan hampa, di sepanjang perjalanan pulang dari Barelang banyak kelong/tambak ikan yang menyediakan aneka ragam hasil tangkapan laut, seperti gong gong, aneka ragam ikan, berbagai jenis kepiting atau rajungan dan masih banyak lagi.
Khusus hari ini saya memilih gong gong sebagai buah tangan yang akan dijadikan panganan untuk malam hari. Sebagaimana kita ketahui gong gong ini sebagai salah satu keluarga moluska gastropoda, rasanya sungguh lezat apalagi di temani dengan sambal pedas wuiih menambah nikmat rasanya.
Biar tidak disebut hoax saya sertakan screenshot dari gong gong yang sejatinya rasanya sungguh sungguh lezat 

Ditulis saat January 14, 2010 dalam ketegory
Batam,
BatamNews,
Blog,
Photo,
afs 18-105,
landscape,
nikon d60,
perahu kayu,
photoblog,
teluk mata ikan,
wisata oleh Geblek
Hidup harus seimbang. Kita perlu istirahat, berhenti sejenak dari kerja keras dan rutinitas kita untuk menikmati segarnya rerumputan hijau, kicauan burung di udara, dan harumnya bunga mawar yang mekar, halah
Begitu juga perahu kayu itu, dia perlu berlabuh untuk sekedar mengistirahatkan si empunya dari berlayar. Perahu itu saya ambil saat jalan liburan minggu lalu. [...]
Terlihat jembatan barelang dimalam hari, dan denger denger pemerintah lagi nyiapin dana untuk menambah perbaikan lightingnya. Woh sungai musi bakalan ada saingan nih .
Jadi kalau sampean males ke jembatan barelang siang hari karena panas, tidak ada salahnya sampean pergi ke jembatan 1 barelang malam hari.
Ditulis saat December 19, 2009 dalam ketegory
Batam,
BatamNews,
Blog,
Human Interest,
Photo,
batu ampar,
nikon d60,
pantai stres,
photoblog,
wisata batam oleh Geblek
Sore itu hujan baru saja reda. Di sebuah perkampungan nelayan disalah satu sudut pulau batam saya pijakkan kaki. Sambil menunggu senja menghilang saya pandangi perahu perahu nelayan yang sedang berlabuh. Kuhisap marlboro lightku, tiba tiba gerombolan bocah bocah kecil itu membuyarkan lamunan otak ini.
om om potoin kita dung, biar saya masuk tipi, biar saya senang [...]
Ditulis saat December 18, 2009 dalam ketegory
Batam,
Curhat,
Jalan-jalan,
barelang,
jembatan,
jembatan barelang,
lainnya,
laut,
pantai,
pantai melur oleh andi
Alhamdulillah walaupun hujan rintik rintik tapi akhirnya saya dan keluarga bisa menikmati indahnya Pantai Melur, perjalanan hanya memerlukan waktu kurang lebih 1 jam saja dari rumah. Indahnya pantai dan deburan riak riak ombak kecil serasa menghilangkan rasa dingin nya hujan.
Kami sengaja memilih Pantai melur karena kebetulan Ibunda yang sering bulak balik Bandung-Batam belum pernah mengunjungi pantai ini.
Sebelum sampai ke pantai Melur kami sekeluarga berkeliling dulu di kampung Vietnam tempat pengungsian warga Vietnam jaman baheula, dimana daerah ini dulu digunakan sebagai tempat pengungsian orang orang vietnam tahun 1980.
Setelah berkeliling selamat kurang lebih 2jam kemudian perjalanan dilanjut ke Pantai Melur, setelah merasa puas berenang di melur selanjutnya kami mencoba untuk pergi ke Pantai ujung pantai yang terletak di ujung pulang galang (setelah jembatan 6), dimana pantainya masih asri dan biaya masuk hanya Rp 5000,- per orang, tapi sayang jalan masuk masih belum di aspal, mudah mudahan kedepannya pemerintah Batam memperhatikan kondisi tempat tempat Wisata di Batam dan di wisata di Barelang khususnya.
Berikut beberapa screenshotnya :

Walaupun sudah lama ada koneksi internet di engku putri batam tapi baru sekarang saya mencobanya, hari ini sesudah kumpul kumpul dengan kawan kawan gelora acara dilanjut dengan nongkrong bareng di engku putri.
Koneksinya lumayan kencang juga, blogwalking lancar 
Biar tidak hoax berikut screenshotnya 

Engku Putri

Bareng di Engku Putri
Angin sepoi sepoi pagi ini. Ditambah hembusan angin dari kipas angin di pojokan kamar saya, seolah meng iyakan setiap orang untuk melanjtukan tidurnya. Namun tidak demikian bagi saya hari ini, esok mungkin bisa terlaksanakan melanjutkan pancal sarung sekedar bermalas malasan menikmati sepoinnya angin di pagi hari.
Banyak hal yang mesti saya lakukan di minggu yang cerah [...]
Buah nangka merupakan salah satu buah favorite saya, dulu sewaktu di kampung hampir tiap minggu saya menyantapnya karena kebetulan dibelakang rumah ada beberapa pohon nangka yang secara bergilir terus berbuah.
Hari ini ketika jalan jalan dipasar disalah satu toko buah saya melihat buah nangka yang besar besar (wahh jadi ngiler), akhirnya beli juga beberapa kilo.
Sesampainya dirumah buah nangka tersebut saya kupas dan saya pisahkan dengan kulitnya yang lumayan masih banyak getahnya, dan tidak lupa biji nangka saya pisahkan juga untuk saya kukus.
Oh ya mungkin pembaca pada bertanya tanya kok biji nangka saya kukus 
Ketika saya kecil dan sering seringnya makan buah nangka getah dan bijinya selalu saya pisahkan, getahnya saya pakai untuk menangkap capung dan burung sawah karena kebetulan di belakang rumah masih banyak sawah sawah, dan untuk bijinya saya kukus rasa kukus biji nangka tidak kalah enaknya dengan kukus singkon, enak (pelem kata orang bandung mah).
Begitupun hari ini setelah saya pisahkan antara buah dan biji maka bijinya saya kukus.. dan akhirnya bisa juga mencicipi kukus biji nangka di batam ini 