Rumah Baru
Akhirnya sebuah penantian panjang tercapai juga. Cita-cita kami untuk memiliki rumah sendiri, Alhamdulillah tercapai juga meskipun harus dengan cara mencicil melaluli KPR dari sebuah bank.
Selama ini kami mengkontrak rumah sehat sederhana tipe 36. Uang kontrakan yang cukup besar jika dibandingkan dengan penghasilan kami, secara rutin kami setor kepada pemilik rumah. Yah namanya juga rumah kontrakan, meskipun kita sudah bayar tiap bulan tapi tetep aja rumah tersebut tidak bias kita miliki. Berbeda sekali dengan cicilan kredit. Meskipun jumlahnya lebih besar, lebih dari 200 persen dari nilai yang dikeluarkan untuk kontrak, tapi toh nanti ujung-ujungnya bias kita miliki.
Proses untuk mendapatkan rumah sendiri ini cukup panjang kami lalui. Bermula dari bulan Juli 2006. Ketika itu aku bersama istri dan anakku jalan-jalan disebuah gedung pertokoan yang orang Batu Aji bilang sebagai Mall. Iseng-iseng kami mampir ke sebuah kantor pemasaran perumahan yang saat itu sedang dibangun. Setelah ngobrol berapa saat dengan agen pemasaran disitu, akhirnya kami putuskan untuk mengambil dulu pamflet yang disediakan untuk kami pelajari nanti di rumah.
Setelah diskusi yang agak panjang dengan istri, akhirnya kami putuskan untuk mengambil rumah di kompleks yang sedang dibangun tersebut. Konsep dan lokasi perumahannya yang membuat kami tertarik untuk memilikinya. Kami merasa untuk ukuran wilayah Batu Aji, lokasi perumahan ini adalah yang paling strategis.
Kami mengawalai proses pemilikan rumah dengan cara mengangsur uang muka selama 14 bulan. Sleasai uang muka lunas kemudian dilanjutkan dengan proses KPR, yang ternyata cukup menghabiskan cadangan devisa keluarga. Tapi Alhamdulillah dengan segala upaya, akhirnya kesampaian juga tinggal di rumah sendiri. Semoga Alloh SWT meridhoi kami tinggal di situ sehingga segala urusan menjadi lancer dan keluarga menjagi semakin sakinah mawadah wa rohmah. Amin ya Robbal alamin.


