Arsip dengan kategori D60

Menjemput Harapan

Menjemput Harapan, begitulah photo ini saya namakan. Judul yang sedikit ngasal mungkin. Namun harapan dari cerita photo diatas tentang sebuah harapan sibapak yang akan pergi melaut. Dengan sejuta harapan mungkin lebih ia akan mengaruhi lautan yang ndak tau dimana ujungnya itu. Dengan menggunakan perahu kayu atau bisa juga disebut pompong. Bapak itu sendirian akan mengambiskan [...]

Masih Berguna Disaat Rapuh

Terlihat perahu itu sudah usang. Namun dari keusangannyapun dia masih bisa bermanfaat. Meski hanya memuat barang barang kecil, tapi sebuah manfaat mampu ia berikan. Lalu mampukah diri kita bisa seperti perahu di atas ? hanya diri kita sendiri yang tau dan orang lain yang akan merasakan.

Jullo Germsian With Bokeh

Jullo Germsian begitulah boneka imut itu ia panggil. Boneka hasil razia tas teman di sela sela jagain pameran foto ini saya temukan. Keisengan saya kumat, saya ambil boneka tsb dan saya keluarkan camera. yes playing bokeh, dg diffuser dr kertas hihihi. Sayang lampunya cuma satu warna .

Photo Bunga Kusus Untuk Anda

Tidak banyak kata yang bisa kuucap sekedar untuk saya tuliskan dimalam jumat ini. Saya cuma ingin berbagi photo bunga yang saya dapatkan di suatu taman nan indah kemaren. Semoga sampean senang dan bisa sedikit merubah kesejukan hati sampean saat ini.

Budaya Membaca Koran

Meskipun sekarang eranya digital. Namun sang ibu ini tidak terlalu pengaruh dengan era tersebut, mungkin. Di trotoar depan toko siang itu. Si ibu ini dengan asiknya mengisi waktu luangnya untuk skedar membaca koran. Tak menghiraukan lalu lalang manusia melewati dirinya. Bahkan ibu itupun tak menyadari disaat camera saya telah terpencet skedar untuk mengabadikannya. Lihatlah ekspresi [...]

Kampung Nelayan Tanjung Uma Batam

Tidak seperti biasanya, pagi itu begitu dingin. Ketika terbangun fajar baru saja tampak. Hembusan udara pagi masuk melalui sela sela jendela kamar yang dari malamnya sengaja tidak saya tutup. Ahhh selimutpun menggoda untuk di tarik. Waktu menunjukkan pukul setengah 6 pagi. Sayapun teringat akan jadwal hunting bersama teman teman pagi itu. yahaaa sayapun langsung turun dari [...]

Sendiri

Hidup itu katanya bagai irama yang penuh dengan nada. Begitu juga dengan bapak penjaga gereja di kamp vietnam ini. Meski sendiri, ia selalu berharap hadirnya nada nada untuk menghiasi irama kehidupannya. Nampak terlihat tatapan kosong si bapak itu. Mungkin ia lagi mengenang masa lalu atau malah berangan akan masa esoknya sayapun ndak tau. Happy weekend teman [...]

Anak Kecil Berjambul

Siang itu ia berjalan sambil matanya melihat kiri kanan di pinggiran jalan penjual makanan. Anak kecil itu mencoba mencari makanan yang bikin ia selera makan. Mungkin ia belum makan siang pikirku. Mata sayapun diam diam mengikuti arah kemana ia pergi. Di sudut tenda warung penjual makanan itu. Terlihat ia menunjuk sesuatu, lalu ia mengeluarkan lembaran uang. [...]

Sebatang Kayu Kering

Sebatang kayu yang sudah renta itu terbujur kaku diatas di atas tanah. Benda ini saya temukan di pinggir sungai saat perjalanan saya menuju air terjun pancuran simpang dam batam tempo hari. Sebatang kayu yang sudah rapuh itu tak mampu lagi untuk berdiri. Saya terpana melihat kayu kering tersebut. Mampu menyita pandangan saya, ahhh saya mengeluh barang [...]

Pengabdian Sepasang Sepatu

Mereka bisa saja saja saling mendahului, namun mereka tak bisa meninggalkan salah satunya. Mereka harus sama sama untuk melangkahkan kaki demi mencapai harapan sang tuan. Begitu juga dengan sifat sepatu meski ia setiap saat diinjek sang tuan, sepatu tak pernah selirih apapun mengeluh apalagi berdemo. Sebaliknya dengan keberadaanya, sepatu mampu melindungi sang tuan dari segala hal, [...]

Photoblog Tanjung Uma Batam

Tanjung Uma Batam

Tanjung Uma Batam

Ketika awan putih tipis telah terurai seiring dengan akan tidurnya sang surya, bukit bukit mulai membentuk bayangan hitam siluet. Rona kemerahan sang surya perlahan tenggelam berganti malam. Begitu juga cahaya kemerahan mentari yang berubah menjadi kegelapan.

Hiruk pikuk manusia yang telah seharian bekerjapun kembali ke peraduan. Seolah ingin melupakan rasa penat barang sejenak, karena esok hari sudah ditunggu oleh kepenatan kepenatan yang baru.

Sore itu matahari sudah benar benar tenggelam. Hanya deru angin yang tidak begitu dingin menemani manusia dalam mimpinya untuk mempersiapkan tenaga esok hari. Karena esok hari kepenatan kembali akan menyambutnya.

Dan esoknyapun sang surya kembali menyapa dengan kehangatan sinar mentarinya, untuk membangunkan dan menyapa alam semesta beserta isinya. Selamat menjalankan ibadah puasa teman.