Planet Kepri

Kepri Blogger Community

Archive for the ‘Kampung’


Blank

Blank… itu kata yang tepat menggambarkan isi dari otakku sekarang ini.
Tidak ada ide sama sekali, ibarat para penulis jaman dulu aku ini mungkin sudah menghabiskan beratus-ratus kertas putih polos A4 diatas mesin ketik tua yang sudah berkarat. Dan itu artinya sudah beratus-2 pohon yang harus ditebang hanya untuk memuaskan ketikan 1-2 kata.

Untungnya aku menulis di era teknologi informasi yang sedemikian majunya. Cukup diketikkan di layar monitor dan kalau tidak puas cukup pencet tombol ‘DEL’ atau ‘BACKSPACE’.
Simple khan..saking simplenya tak jarang itu menjadi tombol favorit diantara tombol-tombol keyboard yang ada.
(more…)

Related Posts
  • No related posts

Rasa

Getar itu ada lagi menyelusup lambat
Pelan; mengendap layakya mengintai
menyergap kesadaran imajiku tentangnya
mengisi kehadiran yang selalu
; hadir dengan ketidakhadiran

Berpegang pada dinding-dinding nurani
tegarkah? sesaat diam, tenang

Kesadaranku termakan sudah bulat-bulat
imajiku melayang nakal terbang bermanuver
menukik dan akhirnya terperangkap
terjerembab

Related Posts

Rindu

Hari ini ada angin cinta
menelusup, merayapi diriku
dengan satu tujuan
hatiku

Kusapa, coba kenali
Oh… Ku tahu; itu kamu
Ku renggut, rengkuh dan biarkan
Telanjangi hati, jiwa dan ragaku

Resapi dan bayangkan
dirimu; di sana

Related Posts
  • No related posts

Antara Anthurium dan Teknologi

Beberapa minggu terakhir ini, saya mempunyai kehidupan baru yaitu BERKEBUN. Sebenarnya ini bukan hobi baru karena sebelumnya saya suka dengan adenium si mawar gurun sampai-sampai di teras rumah dipenuhi oleh pot adenium. Padahal awalnya dulu hanya dari 1 batang adenium dengan diameter 1cm dan panjang 25cm yang kubawa dari rumah.

Perbanyakan adenium menggunakan teknik stek dan murni dari 1 indukan. Perbanyakan pun kalo mood lagi enak. Atau kalau ingat saat ke pasar untuk beli beberapa pot sebagai tempat perbanyakan.
(more…)

Related Posts

  • Menulis mudah
    Menulis itu mudah, seperti ini misalnya..mengalir begitu saja, nulis apa aja. Entah itu berhubungan ...

  • Linux vs Windows..sampe kapan?
    Seru sekali perbincangan di email internal kerjaan antara windows vs Linux. Bahkan ada yang menyebut...

  • Hati-hati di lampu merah simpang poltek

    Disiplin pengedara kendaraan di Batam ini sepertinya makin lama makin bobrok aja. Ini pengamatan pribadi lho terutama kedisiplinan untuk mematuhi rambu lalu lintas lampu merah, kuning dan hijau. Dan sebagai tempat pengamatan dan perbandingan adalah simpang lampu merah di simpang poltek (dulunya simpang frankie), simpang kara, simpang kabil dan simpang panbil.
    Kesemua simpang tersebut diatas yang paling sering dilalui setiap hari saat mo berangkat dan tentunya juga pulang kerja.

    Dari kesemua simpang tersebut, yang paling parah di simpang poltek. Seringkali kendaraan dan mayoritasnya sepeda motor nyelonong gitu aja dari arah simpang kara belok kanan ke kawasan industri hijrah/walakaka padahal itu lampu merah menyala dengan terangnya.

    Yang aku herankan adalah apakah gak mikir nanti dari arah berlawanan yang notabene berlampu hijau akan lewat. Dan tentunya tabrakan akan terjadi. Juga dari arah kawasan industri hijrah/walakaka lurus ke arah perumahan anggrek sari, disini pengendara motornya lebih total dalam menerobos lampu merah.

    Setelah diamati, ternyata dari kesemua simpang tersebut hanya simpang poltek yang tidak ada pos polisinya. Tapi mosok disiplin harus ada polisi dulu?, Kalo orang Jawa bilang mbok ya idep-idep demi keselamatan pribadi di jalan dan tentunya keselamatan orang lain juga setidaknya patuh dikit ama lampu lalu-lintas. Lampu itu khan buat ngatur kita di jalan bukan hiasan waktu tahun baru.

    Jadi berhati-hatilah kalau melintas di simpang poltek. Walaupun sudah dapat signal lampu hijau, harus lihat depannya juga jangan-jangan ada yang mau ngadu motor/mobil.

    Kalau sudah begini siapa yang rugi?

    Batam!!

    Sekarang udah balik lagi ke Batam. Balik ke dunia nyata.