Planet Kepri

Kepri Blogger Community

Archive for the ‘Puisi’


Rasa

Getar itu ada lagi menyelusup lambat
Pelan; mengendap layakya mengintai
menyergap kesadaran imajiku tentangnya
mengisi kehadiran yang selalu
; hadir dengan ketidakhadiran

Berpegang pada dinding-dinding nurani
tegarkah? sesaat diam, tenang

Kesadaranku termakan sudah bulat-bulat
imajiku melayang nakal terbang bermanuver
menukik dan akhirnya terperangkap
terjerembab

Related Posts

Rindu

Hari ini ada angin cinta
menelusup, merayapi diriku
dengan satu tujuan
hatiku

Kusapa, coba kenali
Oh… Ku tahu; itu kamu
Ku renggut, rengkuh dan biarkan
Telanjangi hati, jiwa dan ragaku

Resapi dan bayangkan
dirimu; di sana

Related Posts
  • No related posts

Masih tentang Rindu…


Pasir itu kusentuh tadi sore
Kubenamkan kaki dalam-dalam
Tiba-tiba aku tergetar
Pasir itu seperti mengerti perasaanku
Yang lebam mendalam, tertusuk rindu semalam
Kutumpahkan semua tanpa sisa
Tentangku, seutuh-utuhnya
Tentangmu, segala-galanya...

Andai pasir dapat bicara
Mungkin diapun kan bercerita
Pada ombak yang bergelora
Atau Angin yang perkasa

Wahai....
Sampaikan pada dunia tentang rindu ini
Sampaikan pada semua tentang cinta ini
Hanya untukmu kekasih hati....



Note : Sungguh, puisi ini bukan tulisanku. Thanks ya buat yang sudah ngirim puisi ini untukku.
Pic di ambil dari sini
Dua bait terakhir adalah dari Ofa yang tertulis di comment postingan ini, atas permintaan Novee telah ditambahkan di atas.

Biar …

Kalau hanya dalam rintiknya hujan bisa kutemukan indahnya derai tawamu
Biarlah kemarau tak kan pernah datang

Kalau hanya dalam kesunyian bisa kudengarkan suaramu
Biarlah keramaian itu tak pernah ada

Kalau hanya dalam pejam mataku bisa kutemui bayang dirimu
Biarlah mata ini tak pernah terjaga

Kalau hanya dalam kejauhan kita bisa saling menyapa
Biarlah jarak tetap memisahkan kita

Kalau hanya pada debur ombak bisa ku hempaskan kegalauanku
Kalau hanya pada temaramnya senja ku bisa labuhkan isi hatiku
Kalau hanya pada desauan angin bisa ku titipkan asaku

Biarlah... biar... rindu ini tetap kusimpan di sudut hatiku

Biarlah... biar... ku mencintaimu dengan cara yang ku mampu.


Note:
Dedicated untuk kamu. Iya, kamu !



Sesekali

Sesekali biarlah angin menjamah kasar rambutmu
Bukankah dengan begitu, keburukan tersingkap
Tanpa kuminta ?

Sesekali biarlah ombak menghapus nama kita di pasir
Bukankah dengan begitu alam mengajari kita
Untuk saling ingat ?

Sesekali biarlah malam datang tanpa rembulan
Bukankah kegelapan mengajari kita
Untuk berjuang ?

Sesekali biarlah hujan mencekal perjalanan kita
Bukankah dengan begitu kita jadi tahu
Jalan ke depan penuh rintangan ?

Sesekali biarlah kita berada di lain kota
Bukankah hidup penuh tantangan lebih baik
Daripada miskin pengalaman ?

Sesekali biarlah kita merasakan perpisahan
Agar kita dapat menghargai
Arti sebuah Pertemuan


Note:
Puisi yang tersimpan di folderku sejak bertahun2 yang lalu.